Showing posts with label manfaat. Show all posts
Showing posts with label manfaat. Show all posts

Friday, April 7, 2017

Kiat-Kiat Menulis Proposal Karya Tulis Ilmiah (KTI)

Sebelum mulai meneliti, biasanya kita diharuskan untuk menuliskan proposal KTI terlebih dahulu. Proposal memuat hal-hal penting yang menggambarkan perencanaan kita terhadap KTI yang akan kita buat kelak. misalnya saja Bab I, pada bagian tersebut pembaca akan mendapatkan informasi mengenai alasan mengapa peneliti perlu meneliti hal yang dikajinya tersebut. Bab II akan memberikan informasi kepada pembaca tentang landasan atau yang menjadi dasar/pijakan KTI tersebut, seperti apa-apa saja kesenjangan yang ditemukan peneliti yang lalu dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah. Pada bagian tersebut berisi kajian dan teori-teori yang relevan dan akhirnya yang mengarahkan peneliti untuk berhipotesis atau jawaban sementara dari rumusan masalah. dan pada bagian Bab III akan memberikan pembaca informasi mengenai langkah-langkah pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan.

Sistematika Proposal Penelitian adalah sebagai berikut:
JUDUL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
RENCANA JADWAL PENELITIAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN


Langkah Pertama adalah Menulis Bab I Pendahuluan. Langkah-langkah menulis pendahuluan telah di bahas pada artikel sebelumnya yang bisa di klik pada link berikut.

Kiat-kiat Menulis Pendahuluan KTI


Langkah kedua adalah menulis Bab II Kajian Pustaka. Kajian Pustaka secara umum berisi hal-hal yang tampak di gambar.

Langkah-langkah menulis kajian pustaka adalah sebagai berikut.
  • Pahami terlebih dahulu apa yang diambil dari ARTIKEL Jurnal
PAHAMI APA YANG DITELITI, MENGAPA IA MENELITI ITU, BAGAIMANA IA MENELITI DAN APA HASIL YANG DIPEROLEH.
  • BACA ABSTRAKnya
  • BACA KESIMPULANnya

APA YANG KITA AMBIL/RUJUK? HASIL PENELITIANNYA 

Cara Merujuk adalah sebagai berikut.
  • Teks tidak lain adalah “kumpulan rujukan” yang padu yang direkatkan oleh tanggapan dan sikap kritis penulis
  • Cara merujuk harus tepat dan konsisten sesuai dengan aturan yang telah ditentukan

CONTOH:
  • PENELITIAN PUPUK CAIR LIMBAH AMPAS KELAPA
Santi (2010) meneliti Kajian Pemanfaatan Limbah Nilam Untuk Pupuk Cair Organik Dengan Proses Fermentasi. Dari penelitian ini pupuk cair organik, ditujukan sebagai suplemen tanaman bertipe daun, maka hara yang terpenting adalah Nitrogen (N) , sehingga diambil kondisi terbaik pada volume bakteri EM4 8%/larutan dengan kondisi waktu 14 hari. Dimana Nitrogen (N) sebesar 10,6 %, Phosphate (P2O5) sebesar 1,19 %, dan Kalium (K2O) sebesar 3,08 %. Volume EM4 dan waktu fermentasi mempengaruhi proses fermentasi, itu berlaku sampai mencapai keadaan optimal. Setelah melewati keadaan optimal proses ekstraksi akan mengalami penurunan.
  •  PENELITIAN FILM UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER

Pendidikan karakter melalui pembelajaran sains dapat melatih dan menumbuhkan sikap ilmiah, diantaranya sikap Jujur, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Rasa Ingin Tahu, Peduli Lingkungan, Tanggung Jawab dan Demokratis (Kartono, 2012).


Kiat Menulis Kajian Pustaka

Tuliskan di bagian kiri kertas rumusan masalahnya lalu tuliskan teori-teori yang diperlukan di bagian kanan kertas!

Contoh Pertama:


Contoh Kedua:


Langkah Selanjutnya adalah menulis Hipotesis. Ada dua jenis hipotesis yang perlu diketahui, yaitu:
  • HIPOTESIS PENELITIAN: dugaan sementara yang digunakan untuk menguji yang terjadi pada sampel yang diteliti
  • HIPOTESIS STATISTIK: dugaan sementara yang diguanakan untuk menguji apakah hipotesis penelitian terbukti atau tidak berdasarkan data sampel dapat diberlakukan pada populasi atau tidak.

Contoh menulis hipotesis (pertama):
  • Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Pertanyaan penelitian:
  1. Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30% dan 50%?
  2. Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat?
  3. Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure) yaitu disiram pupuk setiap hari, tiga hari sekali dan tujuh hari sekali?
Maka hipotesisnya adalah sebagai berikut:
HIPOTESIS PENELITIAN
Variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30%, 50%, dan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat serta dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure) mempengaruhi pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.)

HIPOTESIS STATISTIK
  • H0 =Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30%, 50%, dan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat serta dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure).
  • Ha =Terdapat perbedaan pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30%, 50%, dan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat serta dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure).

Langkah berikutnya adalah menulis Bab III Metode Penelitian. Hal-hal yang harus dicantumkan pada bagian ini adalah sebagai berikut:

Desain Penelitian
Menjelaskan jenis desain penelitian yang digunakan dengan menyebutkan, label khusus yang masuk kategori desain penelitian (kualitatif, etnografi atau studi kasus).
Contoh Pertama:
Judul: Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
DESAIN PENELITIAN: PENELITIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF
Contoh Kedua:
Judul: Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
DESAIN PENELITIAN: PENELITIAN EKSPERIMENTAL

Partisipan dan Tempat Penelitian
Bagian ini dimunculkan terutama untuk jenis penelitian yang melibatkan subjek manusia sebagai sumber pengumpulan datanya. Pertimbangan pemilihan partisipan dan tempat penelitian yang terlibat perlu dipaparkan secara jelas.
Contoh Pertama: 
Judul: Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
  • POPULASI: SELURUH SISWA KELAS XI MIA SMAN 1 Muara Kelingi
  • SAMPEL: SEBAGIAN SISWA YANG BERJUMLAH 19 ORANG
  • WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN: DILAKUKAN DARI 07-30 September 2014 di SMAN 1 Muara Kelingi
Contoh Kedua: 
Judul: Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
  • WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN: Dilakukan dari tanggal 5 mei-28 juli 2013 di laboratorium kimia dan halaman sekolah sman 1 muara kelingi
  • ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN: Alat yang digunakan adalah jerigen, karung, pipet tetes, botol bekas air mineral 1500 mL, gelas kimia 250 mL, corong dan polibek. Bahan yang digunakan adalah ampas kelapa, air, tanah, dan bibit cabai merah (Capsicum annum L.) berkualitas.

Teknik Pengumpulan Data
Bagian ini dijelaskan secara rinci jenis data yang diperlukan, instrumen yang digunakan dan tahapan-tahapan teknis pengumpulan datanya. 
Pengumpulan datanya bisa dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu instrumen dalam ranga triangulasi untuk meningkatkan kualitas dan realibilitas data. 
TRIANGULASI DATA (teknik pengambilan datanya paling tidak dengan tiga cara, misalnya dengan tes, wawancara dan angket)

Contoh Pertama:
Judul: Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
  • PROSEDUR PENELITIAN (JELASKAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN DIMULAI DARI TAHAP PERSIAPAN, TAHAP PELAKSANAAN DAN TAHAP AKHIR)
  • INSTRUMEN PENELITIAN: ANGKET DAN WAWANCARA

Contoh kedua:
  • PROSEDUR PENELITIAN 



  • INSTRUMEN PENELITIAN: LEMBAR OBSERVASI

Teknik Analisis Data
Pada bagian ini menjelaskan secara rinci dan jelas langkah-langkah yang ditempuh setelah data berhasil dikumpulkan.
Dalam alur analisis data kualitatif, peneliti menjelaskan langkah-langakh identifikasi, kategori, kodifikasi, reduksi, pemetaan pola dan sintesis dari hasil pelaksanaan rangkaian tahapan tersebut.
Contoh pertama:
Judul: Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi 
TEKNIK ANALISA DATA: JIKA DATA YANG DIAMBIL ADALAH DATA ANGKET, JADI ANALISA DATANYA MENGGUNAKAN ANALISIS DATA DESKRIPTIF
Contoh Kedua:
Judul: Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
TEKNIK ANALISA DATA: DATA YANG DIAMBIL ADALAH JUMLAH DAUN, PANJANG BATANG, LEBAR DAUN, JUMLAH CABANG DAN DIAMETER BATANG TANAMAN CABAI MERAH. YANG DIANALISIS PERBEDAAN RATA-RATA BEBERAPA PROSEDUR TERKAIT SEHINGGA ANALISIS DATANYA MENGGUNAKAN ANOVA
Demikianlah tulisan mengenai kiat-kiat proposal KTI ini, bila ada pertanyaan boleh dituliskan di kolom komentar. Tulisan mengenai KTI yang lain akan segera saya posting di lain waktu. Semoga sukses. Salam.


Kiat Menulis Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah (KTI)

Bagi kalian yang adalah pelajar, mahasiswa, bahkan guru menulis KTI adalah kegiatan rutin atau sehari-hari. Menulis sebuah Karya Tulis Ilmiah itu sebenarnya tidaklah susah asalkan kalian mengikuti roadmap yang tepat. Dalam blog ini saya akan membahas tuntas kiat-kiat menulis KTI dengan disertai contoh. Namun dalam Tulisan ini saya akan membahas bagian pendahuluan terlebih dahulu.

Dalam hal menyusun Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah, sebaiknya kalian perhatikan dan pahami dahulu sistematika atau alur pikir penyusunannya yang dapat dilihat pada gambar berikut:


Setelah memahami alur berpikir penyusunan pendahuluan, maka langkah pertama yang perlu ditempuh adalah memilih masalah.

Dalam Karya Tulis Ilmiah yang menjadi pokok atau kunci keberhasilannya adalah masalah. Memilih masalah adalah langkah awal dalam kegiatan menulis KTI. Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang apa yang disebut masalah sebagai berikut:

  • Masalah merupakan kunci keberhasilan suatu tulisan ilmiah
  • Masalah ≠ judul
  • Masalah merupakan inti persoalan yang tersirat dalam judul tulisan ilmiah
  • Masalah berupa pertanyaan atau pernyataan yang diajukan untuk dicari jawabannya
  • Masalah dapat berupa hipotesis yang akan diuji kebenarannya.

Indikator Masalah
  • Cukup penting dan menarik minat untuk dikaji dan dianalis 
  • Masih ada dalam jangkauan penulis (pengetahuan & ekonomi) 
  • Belum terpecahkan seluruhnya atau sebagian 
  • Mengungkap masalah dengan bahasa yang ringkas 
  • Harus orisinal, aktual, faktual 
  • Harus bernilai, menyangkut kepentingan umum dan kebutuhan utama
Untuk lebih jelasnya saya jelaskan bahwa permasalahan adalah adanya kesenjangan antara kenyataan aktual dan keinginan ideal yang dikehendaki.

Contoh Masalah adalah sebagai berikut:
  • Permasalahan karakter Siswa 
  • Permasalahan Limbah, salah satunya ampas kelapa.
Setelah memilih masalah, langkah berikutnya adalah memilih judul yang tepat. Dalam merumuskan judul perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  • Dinyatakan berupa proposisi (rancangan usulan), bukan kalimat 
  • Memberikan gambaran ringkas, tepat, dan jelas tentang gagasan yang ditulis 
  • Membuat pembaca tertarik mengetahui isi tulisan 
  • Mudah diingat dan memancing perhatian 
  • Usahakan tidak mengandung singkatan & rumus 
  • Judul yang baik dibatasi tidak lebih dari 12 kata selain kata sambung
Contoh Judul:
BANDINGKAN!!
  • PEMANAS AIR BERBASIS PORTABLE SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPERMUDAH MENDAPATKAN AIR MATANG ATAU AIR PANAS DI KEADAAN YANG JAUH DARI KERAMAIAN MASYARAKAT 
  • PEMANAS AIR PORTABLE SEBAGAI ALAT UNTUK MEMASAK DAN MENGHANGATKAN AIR BAGI PARA TRAVELLER
Dari kedua judul di atas saya ingin menunjukkan bagaimana judul yang tepat dapat membuat efek yang berbeda di pikiran pembaca. Judul ini penting dikarenakan pertama kali yang dilihat dari KTI kalian adalah judul. Judul yang kedua lebih memiliki kekuatan daya tarik dikarenakan bahasanya lebih ringkas, tepat dan jelas tentang gagasan yang hendak ditulis. Judul yang mudah diingat tentu saja akan memancing atau mengundang perhatian pembaca untuk tertarik membuka laman berikutnya dari KTI kalian.

Di bawah ini dapat dilihat pula contoh lain yang berkaitan dengan dua contoh masalah yang saya sebutkan di awal.
  • Permasalahan karakter Siswa 
Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi

  • Permasalahan Limbah, salah satunya ampas kelapa. 
Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Langkah berikutnya adalah memahami apa itu variabel penelitian. Ada tiga variabel yang harus kalian ketahui, yaitu:
  1. Variabel Bebas : variabel yang mempengaruhi 
  2. Variabel terikat : variabel yang dipengaruhi (yang diukur) 
  3. Variabel Kontrol : variabel yang dibuat konstan (peralatan yang sama, lingkungan yang sama)


Contohnya:
  • Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
Variabel bebas : Science Practical Job Movie
Variabel terikat : Pertumbuhan Karakter Siswa
Variabel kontrol : Usia
  • Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Variabel Bebas : Pupuk cair limbah ampas kelapa
Variabel Terikat : Pertumbuhan Tanaman cabai merah
Variabel Kontrol : Sinar matahari
Setelah memahami variabel-variabel penelitian, langkah berikutnya adalah mulai menulis Latar Belakang. Kiat-kiat menulis latar belakang adalah sebagai berikut.
Menjawab semua pertanyaan ‘why’ di judul dan mengurutkannya dari:
- Obyek penelitian (O)
- Metode-metode yang sudah ada (M)
- Kelebihan dan kekurangan metode yang ada (Kakak)
- Masalah pada metode yang dipilih (Mau)
- Solusi perbaikan (Sol)
- Rangkuman tujuan penelitian (Sepatu)
Untuk memudahkan mengingat, saya menyingkatnya menjadi (om & kakak mau sol sepatu).

Contoh:
Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
  • Mengapa karakter? 
  • Mengapa karakter siswa di kelas XI MIA 1 Muara Kelingi? 
  • Apa saja solusi yang pernah ditawarkan untuk mengatasi permasalahan karakter? 
  • Mengapa Science Practical Job Movie?
Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
  • Mengapa Limbah? 
  • Mengapa Ampas Kelapa? 
  • Apa saja solusi yang ditawarkan untuk mengatasi limbah? 
  • Mengapa Pupuk Cair? 
  • Mengapa Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah?

Selanjutnya Latar Belakang ditulis dengan POLA PIRAMIDA TERBALIK dengan urutan sebagai berikut:
  1. Hal-hal yang ideal/normatif/harapan 
  2. Fenomena aktual yang teramati 
  3. Adakah kesenjangan 
  4. Masalah utama 
  5. Konsekuensi apa yang muncul bila masalah tersebut dibiarkan 
  6. Dimana hal itu terjadi 
  7. Solusi apa yang relevan
Setelah menulis Latar Belakang, selanjutnya adalah menulis Batasan Masalah.

Batasan Masalah berfungsi supaya masalah yang diajukan pada rumusan masalah lebih fokus dan tidak melebar kemana-mana.

Contoh:

  • Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
Batasan Masalah:
Penelitian ini dilakukan dikelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi dan meneliti respon siswa terhadap film yang mereka saksikan. Karakter yang dikaji dalam penelitian ini di titik beratkan pada 14 karakter, diantaranya sebagai berikut: Kejujuran, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Rasa Ingin Tahu, Bersahabat/ Komunikatif, Cinta Damai, Tanggung Jawab, Peduli Sosial, Ambisius, Berani Dan Handal/ Cekatan.
  • Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Batasan Masalah:
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh pupuk cair limbah ampas kelapa pada pertumbuhan tanaman cabai merah. Pertumbuhan tanaman cabai merah yang diamati adalah dengan variasi konsentrasi pupuk cair, variasi media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat, dan variasi waktu penyiraman pupuk cair yaitu disiram pupuk setiap hari, tiga hari sekali dan tujuh hari sekali.

Langkah Selanjutnya adalah menulis Rumusan Masalah, kiat-kiat menulis rumusan masalah adalah sebagai berikut:

  • Kemukakan terlebih dahulu masalah penelitian yang di simpulkan dari latar belakang, rumuskan masalah
  • Buat pertanyaan-pertanyaan penelitian berdasarkan masalah
Contoh:

Contoh pertama
Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi
Masalah: permasalahan karakter siswa, Memerlukan inovasi baru dalam pembelajaran
Rumusan Masalah:
Apakah film Science Practical Job Movie dapat memberikan pendidikan karakter pada siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi?
 Pertanyaan Penelitian:
  • Bagaimana tingkat keberhasilan Science Practical Job Movie dalam memberikan pendidikan karakter?
  • Bagaimana tanggapan responden terhadap Science Praktical Job Movie?

Contoh Kedua
Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Masalah: Permasalahan limbah ampas kelapa dan sebagai salah satu sentra pertanian (tanaman cabai), Musi Rawas, kegiatan pertaniannya masih menggunakan pupuk kimia pada tanaman mereka.
Rumusan masalah:
Bagaimana pengaruh penggunaan pupuk cair ampas kelapa terhadap pertumbuhan cabai merah?
Pertanyaan penelitian:
  • Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30% dan 50%?
  • Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat?
  • Bagaimana efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure) yaitu disiram pupuk setiap hari, tiga hari sekali dan tujuh hari sekali?
Langkah berikutnya adalah menulis Tujuan Penelitian. hal-hal yang perlu diperhatiakan sebelum menulis Tujuan, yakni:
  • Mengemukakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian.
  • Sebagai indikasi ke arah mana atau data (informasi) apa yang akan dicapai melalui penelitian itu.
  • Dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret yang dapat diamati dan dapat diukur, harus jelas dan tegas.
Contoh:

Contoh Pertama
Science Practical Job Movie Sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Muara Kelingi

Tujuan Penelitian:
  • Mengetahui tingkat keberhasilan Science Practical Job Movie dalam memberikan pendidikan karakter. 
  • Mengetahui tanggapan responden terhadap Science Praktical Job Movie.
Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa Sebagai Pupuk Cair (Liquid Manure) Pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

Tujuan penelitian: 
  • Mengetahui efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan variasi konsentrasi pupuk cair (Liquid Manure) 0%, 10%, 30% dan 50%. 
  • Mengetahui efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan varian media tanam berupa tanah humus, pasir dan tanah liat. 
  • Mengetahui efektifitas penggunaan Pupuk Cair Ampas Kelapa (Liquid Manure) terhadap pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) dengan adanya perbedaan waktu penyiramaan pupuk cair (Liquid Manure) yaitu disiram pupuk setiap hari, tiga hari sekali dan tujuh hari sekali.
Langkah selanjutnya adalah menulis Manfaat. Manfaat berisi uraian tentang temuan baru yang dihasilkan atau manfaat temuan penelitian tersebut.

Contoh penulisan Manfaat (Pertama):
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada seluruh orang yang menonton dan membaca hasil penelitian ini. Khususnya bagi para pelajar, film ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam proses belajar serta memberikan pendidikan karakter bagi para generasi penerus bangsa untuk menjadi insan yang berkarakter dan mampu menjadi penggerak kemajuan bangsa.

Contoh penulisan Manfaat (Kedua):

  • Bagi Penulis
Karya ini merupakan sarana untuk memperoleh wawasan, keterampilan dan pengalaman tentang pemanfaatan limbah ampas kelapa sebagai pupuk cair (Liquid Manure) dan hasil pemanfaatannya pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).
  • Bagi Siswa
Karya ini sebagai media sosialisasi tentang pemanfaatan limbah ampas kelapa dan sebagai pembelajaran serta peningkatan minat siswa tentang pemanfaatan alam sekitar untuk menjaga kelestarian lingkungan.
  • Bagi Masyarakat 
Hasil dari karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa limbah ampas kelapa masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair (Liquid Manure).
  • Bagi Ilmu Pengetahuan
Menambah khasanah keilmuwan, pengetahuan tentang pemanfaatan sebagai pupuk cair pada tanaman.
Demikianlah kiat-kiat menulis pendahuluan ini. Semoga sukses.

Friday, May 1, 2015

Manfaat Belajar Fisika (Mengukur Kedalaman lubang dengan sebuah batu)

Apa sih gunanya belajar fisika? Saya sering bertanya-tanya begitu. Dan mungkin teman-teman juga atau bahkan siswa-siswa yang sedang belajar mata pelajaran ini di sekolah. Bagi mereka apakah fisika hanya dipelajari untuk menunaikan kewajiban-kewajiban mereka sebagai siswa, untuk tugas atau untuk ujian saja, setelah semester usai lalu "semuanya pun usai pula". Dan untuk calon pendidik dan pendidik (katakanlah seperti saya :D) apakah belajar fisika ini hanya untuk di jelaskan sebagai materi pelajaran kepada siswa-siswa, sebagai pelunas kewajiban sebagai seorang guru fisika. Atau malah ini hanyalah pertanyaan yang tidak terlalu penting yang nyasar di pikiran saya yang sering kali liar. grin emotikon Baiklah, kalian bebas menginterpretasinya bagaimana. Di saat pikiran saya meliar begitu, ada sebuah cerita yang menarik yang memberi saya secercah cahaya di kegelapan pikiran yang menenggelamkan (*Apa sih, hehe).
Sebuah acara (saya lupa apa judulnya, hehe) di salah satu stasiun televisi yang temanya adalah bertahan hidup di alam yang liar, yang mana host dalam acara tersebut menjelajahi padang pasir hingga hutan belukar tanpa bekal apapun. Singkatnya, di salah satu adegan dalam reality show tersebut, saat dia sedang kehausan dan akhirnya menemukan sebuah lubang di sebuah padang pasir. Sebelum memutuskan untuk masuk ke lubang tersebut atau tidak, untuk mendapatkan sumber air, dia terlebih dahulu menentukan kedalaman lubang tersebut dengan menjatuhkan sebuah batu ke dalamnya lalu mengukur selang waktu jatuhnya batu dengan jamnya (mengukur selang waktu antara saat batu dijatuhkan hingga terdengar suara batu yang tiba di dasar lubang). Jadi, dengan menggunakan salah satu persamaan gerak jatuh bebas yaitu h=1/2 g t(kuadrat) dengan nilai g (percepatan gravitasi) nya adalah 9,8 m/s(kuadrat). dia bisa memperkirakan berapa kira-kira kedalaman lubang tersebut. Segera setelah melihatnya, saya jadi berpikir untuk cari-cari lubang untuk diukur kedalamannya grin emotikon... atau bila di sekitar lingkungan teman-teman ada lubang, misalnya sumur, yang ingin diukur kedalamannya, bisa menggunakan cara yang sama..
Ya, ini hanyalah salah satu cerita bagaimana fisika dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Saya yakin ada banyak sekali yang lain, dan mungkin teman-teman dapat membaginya pula di sini supaya orang-orang seperti saya yang sering kali tersesat dalam pikirannya yang liar, tidak ada lagi. grin emotikon

Featured Post

Belajar Menerima Teori Flat-Earth sebagai Kebenaran Baru

Belum lama ini saya mendapatkan kiriman dari seorang teman dunia maya mengenai flat-earth. Ah, untuk yang satu itu kok sulit bagi saya untuk...