Showing posts with label suhu. Show all posts
Showing posts with label suhu. Show all posts

Thursday, April 6, 2017

Mengapa air laut dapat menguap meskipun suhunya tidak mencapai 100 derajat celcius?

Ditulis oleh Fatah

Anda telah mengetahui bahwa air memiliki titik didih 100 C. Ketika mendidih, air berubah menjadi uap air. Akan tetapi, air dapat menguap pada suhu berapa saja, termasuk pada suhu di bawah 100 C. Sebagai contoh, pakaian basah menjadi kering ketika dijemur karena air menguap. Meskipun demikian, pakaian basah tidak akan kering jika ditempatkan dalam ruangan tertutup karena ruangan itu akan menjadi jenuh dengan uap air. Pada keadaan jenuh, proses penguapan tetap berlangsung, tetapi pada saat yang sama terjadi pengembunan dengan laju yang sama. Dengan kata lain terdapat kesetimbangan dinamis antara zat cair dengan uap jenuhnya. Tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu zat disebut tekanan uap zat itu.

Besarnya tekanan uap tergantung pada jenis zat dan suhu. Zat yang memiliki gaya tarik menarik antarpartikel relatif besar berarti sukar menguap, mempunyai tekanan uap yang relatif rendah, contohnya garam, gula, glikol, dan gliserol. Sebaliknya yang memiliki gaya tarik menarik antarpartikel relatif lemah berarti mudah menguap, mempunyai tekanan uap yang relatif tinggi. Zat seperti itu dikatakan mudah menguap atau atsiri (volatile), contohnya etanol dan eter.
Tekanan uap suatu zat akan bertambah jika suhu dinaikan. Hubungan ini dapat dipahami sebagai berikut. Kenaikan suhu menyebabkan energi kinetik molekul-molekul cairan bertambah besar, sehingga lebih banyak molekul yang dapat meninggalkan permukaan cairan memasuki fase gas. Akibatnya, konsentrasi uap semakin besar dan dengan demikian tekanan uap semakin besar.

Perlu anda ketahui, bahwa air memang mendidih pada suhu 1000C. Tetapi harus diingat bahwa titik didih air yang 1000C hanya akan terjadi jika diukur pada tekanan 1 atm. Tekanan 1 atm ini terjadi pada ketinggian 0 meter, atau sejajar dengan tingginya permukaan laut (contoh: di pantai). Dan jangan kaget ketika kamu mendapatkan air yang mendidih di bawah suhu 1000C. Itu karena tekanan lingkungan tempat kamu mendidihkan air tidak 1 atm. Jika kamu orang yang suka mendaki gunung kamu pasti tahu jika di gunung air mendidih di suhu 60-700C. Ini adalah penjelasan sederhana.

Penjelasan yang lebih rumit mengantarkan kita pada pengertian bahwa Mendidih terjadi karena tekanan uap jenuh larutan sama dengan tekanan luar.  Semakin atas, tekanan luar (lingkungan) semakin berkurang, sehingga hanya perlu suhu yang "lebih sedikit" agar tekanan uap larutan bisa sama dengan tekanan luar. Ingat bahwa suhu meningkatkan tekanan.

Bagaimanakah pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap pelarut dan tekanan uap larutan ? Jika zat terlarut bersifat volatil, maka uap di permukaan larutan terdiri atas uap pelarut dan uap zat terlarut. Akan tetapi, jika zat terlarut sukar menguap, maka uap di permukaan larutan hanya terdiri dari uap zat pelarut.

Komposisi uap di permukaan larutan telah dipelajari oleh seorang kimiawan dari Prancis, yaitu Francois Marie Raoult (1830 – 1901). Raoult menemukan bahwa tekanan uap suatu komponen bergantung pada fraksi mol komponen itu dalam larutan, dengan hubungan sebagai berikut:
Dengan, PA= tekanan uap komponen A = tekanan uap A murni             XA= fraksi mol komponen A

Jika suatu zat terlarut sukar menguap, maka uap di permukaan larutan terdiri atas uap zat pelarut saja. Jika demikian, maka tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut. Sesuai dengan hukum Raoult, tekanan uap pelarut bergantung pada fraksi molnya. Jadi, jika zat terlarut sukar menguap, maka:
Oleh karena fraksi mol pelarut < 1, maka P larutan akan lebih rendah daripada P0 pelarut. Dengan kata lain, zat terlarut yang sukar menguap akan menurunkan tekanan uap pelarut. Selisih antara tekanan uap pelarut dengan tekanan uap larutan disebut penurunan tekanan uap (∆P).

Nilai penurunan tekanan uap larutan (∆P) dapat dikaitkan dengan fraksi mol terlarut sebagai berikut. Telah diketahui bahwa Xpel + Xter = 1, sehingga Xpel = (1 – Xter), maka persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk lain sebagai berikut:
  • Penurunan tekanan uap merupakan sifat koligatif larutan, artinya bahwa penurunan tekanan uap tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi (fraksi mol). Fraksi mol yang sama akan mempunyai penurunan tekanan uap yang sama pula.
  • Air mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah, demikianpula halnya kalor. Kalor mengalir dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat yang bersuhu lebih rendah. Untuk mendinginkan sebuah benda pada suhu yang normal, maka kalor benda tersebut harus dipindahkan ke tempat yang suhunya lebih rendah, misalnya udara atau air dingin.
  • Kalor yang diperlukan untuk menaikkan (atau menurunkan) suhu satu kg air sebesar 1 derajad Celcius adalah satu kilo kalori (kcal). Karena itu, diperlukan sejumlah air dingin yang cukup banyak guna membuang sejumlah panas dari benda. Sayangnya air dingin tidaklah tersedia dalam jumlah yang banyak.
  • Selain itu, kalor sebanyak 600 kcal diperlukan guna menguapkan satu kg air, kalor tsb. dinamakan kalor penguapan (latent heat of evaporation). Dengan perkataan lain, ketika air menguap (diuapkan), mengambil kalor dari benda tsb., sejumlah kalor yang cukup banyak dapat dibuang dari benda tersebut dibandingkan dengan jumlah kecil air. Akibatnya, benda tersebut mendingin secara efficient.
  • Apabila tekanan dikurangi (atau derajat kevakuman dinaikkan), air akan menguap pada suhu yang lebih rendah. Pada tekanan yang rendah, misalnya p = 0.00622 kgf/cm2, air menguap pada suhu 0 C. Untuk mendapatkan tekanan yang rendah tsb., diperlukan sebuah pompa vakum berkapasitas besar dan berperformance yang baik. Hal ini tidaklah ekonomis.


Daftar Pustaka:

Wednesday, April 5, 2017

Apakah ini hanya segelas susu?? Saya menawarkan tiga hal tentang "segelas susu" yang ada di foto ;-)


Pertama, mengapa gelas terasa panas? Ada perbedaan suhu antara gelas dan susu, Oleh karena itu dengan mengikuti azas Black, ada energi yang mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah dengan ketentuan Qserap = Qlepas. Energi dari susu yang diserap membuat molekul-molekul di dalam gelas bervibrasi/bergetar lebih cepat, hal inilah yang membuat suhu gelas meningkat. Ketika tangan saya memegang gelas, saya merasakan panas yang artinya energi tersebut juga mengalir ke jari saya dengan prinsip yang sama. Di bawah kulit jari-jari saya ada sensor-sensor syaraf yang akan mengirimkan pesan ke otak bahwa "gelas itu panas" dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Yang menakjubkan adalah bahwa semua itu hanya terjadi tidak sampai sedetik.
Kedua, mengapa susu berwarna putih? Warna benda-benda yang kita lihat adalah hasil dari kemampuan atom-atomnya menyerap energi gelombang cahaya tampak. Cahaya adalah gelombang dan gelombang adalah getaran yang merambat dan yang merambat adalah energinya dengan frekuensi tertentu dan setiap benda memiliki kriteria apakah sebuah energi dapat membuatnya bergetar atau tidak (disebut sebagai frekuensi alami). Jika sebuah energi yang mengenainya tidak memenuhi kriteria (kedua frekuensi tidak sama) maka energi itu akan diteruskan saja dan hasilnya benda akan tampak transparan. Jika benda menyerap dan kemudian memantulkan semua energi gelombang cahaya tampak ke mata, hasilnya benda akan berwarna putih. Sebaliknya jika semua energi diserap maka benda berwarna hitam. Tetapi jika hanya sebagian energi cahaya tampak yang di pantulkan maka benda akan berwarna sama dengan energi yang dipantulkan itu. Misalnya benda berwarna merah karena atom-atom benda itu memantulkan cahaya merah ke mata kita.
Ketiga, susu hangat sebelum tidur benar-benar baik mengobati insomnia.

Featured Post

Belajar Menerima Teori Flat-Earth sebagai Kebenaran Baru

Belum lama ini saya mendapatkan kiriman dari seorang teman dunia maya mengenai flat-earth. Ah, untuk yang satu itu kok sulit bagi saya untuk...